Kamis, 05 Juni 2014

REVIEW INCOGNITO


Haiii ini pertama kalinya nulis review lagi setelah terakhir cek blog itu 2 tahun lalu *hening*

Kali ini saya mau coba nulis review novel incognito sekalian ikut give away yang dibuat Ka Windhy di twitter hehehe... Sekedar pemberitahuan review novel ini sudah beberapa kali direvisi karena kesalahan prbadi saya jadi apabila ada yang sedikit membingungkan mohon dimaafkan :)


"Sisca dan Erik tidak pernah menyangka, perjalanan waktu yang selama ini hanya bisa mereka baca di buku akhirnya mereka alami sendiri!
Semua bermula ketika ia dan Erik harus mengambil foto di kawasan Kota Lama Semarang untuk tugas sekolah. Seorang anak bernama Carl tiba-tiba muncul di hadapan mereka dan mengaku berasal dari masa lalu.

Sisca dan Erik mendadak terseret petualangan bersama Carl, pergi ke tempat-tempat asing, bertemu dengan tokoh-tokoh sejarah yang selama ini cuma mereka temui dalam buku. Petualangan yang membuat mereka belajar banyak: menghargai waktu, persahabatan, dan diri mereka sendiri......."

Incognito

        Old Cover                    New Cover

       Pertama kali saya melihat novel Incognito itu sekitar 5 tahun yang lalu. Sejujurnya, sampai detik saya menulis review ini saya baru mengetahui dari mbah gugel translet bahwa arti incognito itu sendiri adalah yang menyamar. Pertamanya saya tidak mengerti arti dari kata ‘incognito’ itu sendiri, menurut saya incognito itu sendiri hanya merupakan kata yang cukup unik *peace* *jujur* HEHEHE. Saya adalah tipe orang yang membeli novel berdasarkan nama penulisnya, jika saya merasa tertarik dengan novel seorang penulis maka saya pasti akan membeli karya-karya selanjutnya. Berhubung Windhy Puspitadewi merupakan penulis favorit saya setelah membaca “sHe” dan “Let Go” tanpa pikir panjang lagi saya pun langsung membeli novel berjudul unik tersebut.
        Pada akhirnya saya tidak menyesal sama sekaliii membeli novel Incognito. Cerita ini mengisahkan tentang perjalanan Sisca, Erik, dan Carl yang mendadak berpetualang ke masa lalu dengan mesin waktu berbentuk jam kepunyaan Carl.  Latar belakang kisah ini dimulai dari kota Semarang dimana merupakan tempat tinggal Erik dan Sisca, lalu mereka pun bertemu dengan Carl di salah satu tempat wisata di kota tersebut. Menurut saya, jarang sekali novel yang berlatar belakang kota Semarang apalagi lengkap dengan tempat wisatanya sehingga itu membuat saya tertarik untuk membaca buku ini sampai selesai. Dari cerita ini juga saya dapat mengetahui berbagai macam kisah tokoh-tokoh penting yang pernah ada di dunia, seperti Charles Darwin, Archimedes hingga Mushasi. Membaca buku ini benar-benar membuat saya yang notabene tidak terlalu suka sejarah mendadak sempat tertarik mengikuti kisah Mushahi hihihi. Selain bertemu dengan tokoh-tokoh besar tersebut, mereka juga bertemu dengan orangtua salah satu dari mereka. Masalahnya mulai muncul di saat mereka nyaris saja mengacaukan hubungan orangtua salah satu dari mereka sehingga mereka nyaris mengubah sejarah. Untuk memperbaiki masalah tersebut, mereka harus berpacu dengan waktu yang semakin menipis. Dibagian ini saya merasakan adrenalin saya ikut meningkat bersamaan dengan konflik yang ada dan cara mereka menyelesaikannya. Menurut saya, Ka Windhy berhasil membuat pembacanya merasakan apa yang tokoh-tokoh novelnya rasakan.
         
        Selain latar ceritanya yang tidak membosankan, disini pun saya kembali menemukan ciri khas tokoh laki-laki kepunyaan Ka Windhy yaitu tegas, cool, dan perhatian dalam diri seorang Erik yang berhasil membuat saya histeris sendiri karena mendadak mengidolakannya. Tokoh Sisca yang benar-benar mencirikan seorang remaja juga sukses membuat diri saya membayangkan bahwa Sisca itu ialah saya sendiri hehehehe.
          
      Akhir dari kisah petualangan mereka bertiga sendiri menurut saya adalah sebuah hal yang tidak terlalu tertebak karena berkaitan dengan masa lalu Erik dan Carl itu sendiri. Sayangnya, kisah romantis yang Ka Windhy selipkan di akhir cerita tidak terlalu mengejutkan saya, karena terkesan sedikit datar dan biasa.
          
        Namun, tetap ada satu poin yang membuat saya berpikir keras saat membaca novel ini. Didalam novel Incognito diceritakan bahwa, Sisca dan erik mempunyai sebuah novel favorit yang mempunyai tema perjalanan waktu. Sebelum memulai petualangan itu, mereka juga telah membahas mengenai novel tersebut. Dalam perjalanan itu disebutkan juga bahwa Sisca selalu membawa novel tersebut namun, kenapa mereka gak kepikiran sama sekali dengan novel itu saat menjalani petualangan perjalanan waktu tersebut. Padahal kalau novel itu benar-benar merupakan favorit mereka, semestinya mereka bisa mengingat novel tersebut atau merasakah “deja vu” bukan? hehehehe
          
      Yaaah, saya tahu seharusnya saya berkomentar tentang cara penulisan atau semacamnya tapi karena saya hanya menikmati sebuah novel berdasarkan cerita maka itu tidak menjadi sebuah masalah berarti buat saya. Komentar-komentar di atas mengenai novel perjalanan waktu favorit Sisca dan Erik juga bukan merupakan kekecewaan saya terhadap Incognito ini, hanya sebuah rasa penasaran hehehehe.
          
          Pada akhirnya saya memberi 4,5 bintang di novel ini karena akhir dari kisah mereka yang seperti antiklimaks –setelah tidak tertebak menjadi tertebak- dan rasa penasaran saya di atas tadi. Selain itu novel ini benar-benar novel yang direkomendasikan untuk dibaca bagi semua umur karena novel ini merupakan salah satu bacaan yang bermutu, bermanfaat, dan saya juga belajar bahwa kita harus mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya karena kita tidak akan  tahu apa yang terjadi di masa depan nanti. ^^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar