Haiii ini pertama kalinya nulis review lagi setelah terakhir cek blog itu 2 tahun lalu *hening*
Kali ini saya mau coba nulis review novel incognito sekalian ikut give away yang dibuat Ka Windhy di twitter hehehe... Sekedar pemberitahuan review novel ini sudah beberapa kali direvisi karena kesalahan prbadi saya jadi apabila ada yang sedikit membingungkan mohon dimaafkan :)
"Sisca dan Erik tidak pernah menyangka, perjalanan waktu yang selama ini hanya bisa mereka baca di buku akhirnya mereka alami sendiri!
Semua bermula ketika ia dan Erik harus mengambil foto di kawasan Kota Lama Semarang untuk tugas sekolah. Seorang anak bernama Carl tiba-tiba muncul di hadapan mereka dan mengaku berasal dari masa lalu.
Sisca dan Erik mendadak terseret petualangan bersama Carl, pergi ke tempat-tempat asing, bertemu dengan tokoh-tokoh sejarah yang selama ini cuma mereka temui dalam buku. Petualangan yang membuat mereka belajar banyak: menghargai waktu, persahabatan, dan diri mereka sendiri......."
Old Cover New Cover
Pertama kali saya melihat novel Incognito itu sekitar 5 tahun
yang lalu. Sejujurnya, sampai detik saya menulis review ini saya baru
mengetahui dari mbah gugel translet bahwa arti incognito itu sendiri adalah
yang menyamar. Pertamanya saya tidak mengerti arti dari kata ‘incognito’ itu
sendiri, menurut saya incognito itu sendiri hanya merupakan kata yang cukup
unik *peace* *jujur* HEHEHE. Saya adalah tipe orang yang membeli novel
berdasarkan nama penulisnya, jika saya merasa tertarik dengan novel seorang
penulis maka saya pasti akan membeli karya-karya selanjutnya. Berhubung Windhy
Puspitadewi merupakan penulis favorit saya setelah membaca “sHe” dan “Let Go”
tanpa pikir panjang lagi saya pun langsung membeli novel berjudul unik tersebut.
Pada akhirnya saya tidak menyesal sama sekaliii membeli novel
Incognito. Cerita ini mengisahkan tentang perjalanan Sisca, Erik, dan Carl yang
mendadak berpetualang ke masa lalu dengan mesin waktu berbentuk jam kepunyaan
Carl. Latar belakang kisah ini dimulai
dari kota Semarang dimana merupakan tempat tinggal Erik dan Sisca, lalu mereka
pun bertemu dengan Carl di salah satu tempat wisata di kota tersebut. Menurut
saya, jarang sekali novel yang berlatar belakang kota Semarang apalagi lengkap
dengan tempat wisatanya sehingga itu membuat saya tertarik untuk membaca buku
ini sampai selesai. Dari cerita ini juga saya dapat mengetahui berbagai macam
kisah tokoh-tokoh penting yang pernah ada di dunia, seperti Charles Darwin,
Archimedes hingga Mushasi. Membaca buku ini benar-benar membuat saya yang
notabene tidak terlalu suka sejarah mendadak sempat tertarik mengikuti kisah
Mushahi hihihi. Selain bertemu dengan tokoh-tokoh besar tersebut, mereka juga
bertemu dengan orangtua salah satu dari mereka. Masalahnya mulai muncul di saat
mereka nyaris saja mengacaukan hubungan orangtua salah satu dari mereka
sehingga mereka nyaris mengubah sejarah. Untuk memperbaiki masalah tersebut,
mereka harus berpacu dengan waktu yang semakin menipis. Dibagian ini saya
merasakan adrenalin saya ikut meningkat bersamaan dengan konflik yang ada dan
cara mereka menyelesaikannya. Menurut saya, Ka Windhy berhasil membuat
pembacanya merasakan apa yang tokoh-tokoh novelnya rasakan.
Selain latar
ceritanya yang tidak membosankan, disini pun saya kembali menemukan ciri khas
tokoh laki-laki kepunyaan Ka Windhy yaitu tegas, cool, dan perhatian dalam diri
seorang Erik yang berhasil membuat saya histeris sendiri karena mendadak
mengidolakannya. Tokoh Sisca yang benar-benar mencirikan seorang remaja juga
sukses membuat diri saya membayangkan bahwa Sisca itu ialah saya sendiri
hehehehe.
Akhir dari kisah
petualangan mereka bertiga sendiri menurut saya adalah sebuah hal yang tidak
terlalu tertebak karena berkaitan dengan masa lalu Erik dan Carl itu sendiri.
Sayangnya, kisah romantis yang Ka Windhy selipkan di akhir cerita tidak terlalu
mengejutkan saya, karena terkesan sedikit datar dan biasa.
Namun, tetap ada
satu poin yang membuat saya berpikir keras saat membaca novel ini. Didalam novel
Incognito diceritakan bahwa, Sisca dan erik mempunyai sebuah novel favorit yang
mempunyai tema perjalanan waktu. Sebelum memulai petualangan itu, mereka juga
telah membahas mengenai novel tersebut. Dalam perjalanan itu disebutkan juga
bahwa Sisca selalu membawa novel tersebut namun, kenapa mereka gak kepikiran
sama sekali dengan novel itu saat menjalani petualangan perjalanan waktu
tersebut. Padahal kalau novel itu benar-benar merupakan favorit mereka,
semestinya mereka bisa mengingat novel tersebut atau merasakah “deja vu” bukan?
hehehehe
Yaaah, saya tahu
seharusnya saya berkomentar tentang cara penulisan atau semacamnya tapi karena
saya hanya menikmati sebuah novel berdasarkan cerita maka itu tidak menjadi
sebuah masalah berarti buat saya. Komentar-komentar di atas mengenai novel
perjalanan waktu favorit Sisca dan Erik juga bukan merupakan kekecewaan saya
terhadap Incognito ini, hanya sebuah rasa penasaran hehehehe.
Pada akhirnya
saya memberi 4,5 bintang di novel ini karena akhir dari kisah mereka yang
seperti antiklimaks –setelah tidak tertebak menjadi tertebak- dan rasa
penasaran saya di atas tadi. Selain itu novel ini benar-benar novel yang
direkomendasikan untuk dibaca bagi semua umur karena novel ini merupakan salah
satu bacaan yang bermutu, bermanfaat, dan saya juga belajar bahwa kita harus mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya karena kita tidak akan tahu apa yang terjadi di masa depan nanti. ^^
